Ini Pesan Penjabat Sementara Bupati Trenggalek Kepada Pengelola Wisata di Bumi Sopal

 

Jangan sampai wisatawan merasa tertipu, pesan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si., kepada pengelola destinasi wisata. Pesan ini disampaikan pria asal Kota Tahu Kediri, saat mengunjungi Wanawisata Tebing Linggo, Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Trenggalek, Selasa (13/10).

Menurutnya, "seratus kebaikan yang kita kerjakan akan ternoda oleh satu hal keburukan. Karena satu keburukan ini yang akan diingat terus oleh wisatawan," ujar Benny memberikan pesan kepada pengelola wisata Tebing Lingga.

"Andai kata menjual barang barang disini, jangan sampai orang merasa tertipu. Harus ada standarisasi harga sehingga siapapun yang berkunjung menjadi nyaman," jelas salah satu jebolan terbaik Universitas Jember ini. Kita harapkan Wisata Tebing Lingga bisa menjadi salah satu tujuan wisata utama.

Sempat menjabat sebagai Kabag Kerjasama Luar Negeri, Pemprov Jatim, Benny tidak segan berbagi kiat dan pengalaman saat menduduki jabatan tersebut.

Berkali kali mengunjungi negara lain, tentunya banyak pengalaman yang didapat pria ini, utamanya strategi negara lain dalam mengembangkan sektor wisatanya.


Benny menghimbau kepada pengelola wisata maupun Kepala Dinas Pariwisata untuk membuat paket-paket wisata sehingga potensi wisatanya menjadi semakin menarik. "Jadi kalau dari Surabaya tentunya tidak mungkin bila tujuan utamanya disini, dengan paket wisata, pengunjung bisa mampir kebeberapa destinasi wisata lainnya," tandas Pjs Bupati.

Penjabat Bupati ini sangat terkesan dengan destinasi wisata yang dikembangkan oleh Pokdarwis Lambang Kuning tersebut. "Menurut saya destinasi wisata ini sangat bagus, sangat alami. Udaranya pun masih segar dan terasa sejuk," tutupnya.

Ketua Pokdarwis Lambang Kuning, Fales Yudistira senang mendapatkan kunjungan Penjabat Sementara Bupati  Trenggalek. Diceritakan olehnya, dulunya Tebing Linggo adalah lahan bekas tambang batu andesit yang alamnya sudah mulai rusak.

Karena tekad bulat pemuda-pemuda desa, bekas tambang ini bisa disulap menjadi lahan produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar. (Dokpim)